V & R Posted by admin on 2008-04-05 [ print article | tell friends ] SAOSIN
Hard Rock Café Bali
March 9, 2008
Photo courtesy of Hard Rock Café
Minggu malam.. suasana di depan Hard Rock Café begitu rame. Enggak hanya para lokal Bali yang begitu antusias menonton pertunjukan band asal California ini, tapi banyak juga turis domestik dan mancanegara yang kebetulan sedang berlibur di Bali mendapatkan kesempatan emas untuk menyaksikan grup post-hardcore ini.
Menjelang tengah malam, Cove Reber (vokal), Chris Sorenson (bass), Justin Shekoski (lead guitar), Beau Burchell (gitar), dan Alex Rodriguez (drum) naik keatas panggung dan langsung menyabet instrumen mereka masing-masing dan langsung menggeber lagu pertama. "Follow & Feel" menjadi pembuka di malam itu.
"Terima kasih!", teriak Cove Reber setelah menyelesaikan lagu pertama mereka. Suasana pun makin memanas, kemudian pertunjukan mereka berlanjut dengan "It's Far Better To Learn", dan makin bersemangat dengan "Collapse", "Bury Your Head", dan "3rd Measurement in C".
Kelar dengan empat belas lagu, mereka pun berpamitan. Namun penonton enggak terima dan berteriak meminta mereka naik lagi ke atas panggung, “We want more.. we want more!". Akhirnya kelimanya sekali lagi naik panggung dan membawakan encore, "Sleepers".
The Roots
Embassy Club, Jakarta
March 12, 2008
Text: Ademus
Photos: Nareen
Akhir-akhir ini Indonesia sering ketiban rejeki kedatangan artis keren. Thanks untuk Java Festival Production yang telah “membajak” The Roots ke Indonesia, sebelum mereka melanjutkan ke Mosaic Festival di Singapura dan Sunburst Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.
The Roots atau The Legendary Roots Crew adalah band Hip Hop influential yang udah 20 tahun lebih wara wiri di dunia Hip Hop. Pemenang Grammy Awards ini adalah salah satu dari sedikit rap crew yang tampil dengan full live band. Dipimpin oleh Ahmir \"Questlove\" Thompson (drum) dan dipandu oleh Tariq \"Black Tought\" Trotter dengan rhyme yang mematikan, The Roots membawa penonton ke dalam pengalaman musikal yang lain daripada yang lain. Lagu ke lagu dibawakan tanpa jeda seperti seorang DJ membawa flow emosi para pedansa. Anggota band lainnya, seperti Kamal Grey (keyboard), Kirk Douglas sang Captain Kirk (gitar), Frank Walker (perkusi), Owen Biddle (bass), dan Tuba Gooding (sousaphone) tampil seru dan saling melengkapi.
Hampir semua album terwakili pada pertunjukan malam itu. Diawali dengan intro dan diteruskan dengan beberapa track dari album lama termasuk Don’t Feel Right dari album Game Theory, rollercoaster ride pun dimulai. Hampir semua lagu dibawakan dengan versi yang berbeda. Seperti track Quills dari album Phrenology yang dibuat extended juga beberapa lagu dari album terakhir, dan yang akan datang, seperti \"Rising Down\" seperti track 75 Bars. You Got Me yang aslinya featuring Erykah Badu, digantikan vokalnya oleh Captain Kirk yang ditimpali dengan solo gitarnya. The Seeds yang dibawakan sekaligus dengan dua versinya setelah jeda encore dan beberapa track lagi, menutup penampilan The Roots yang sangat memukau malam itu. Setelah usai, mereka enggak beranjak dari panggung untuk memberi penghargaan untuk para penggemarnya yang enggak berhenti memberi applause. Respect!
Hey.. malam belum usai! Questlove kembali naik keatas deck dan memainkan special DJ Set! Questlove menampilkan kepiawaiannya di belakang turntable. Track yang kebanyakan diproduseri oleh mereka juga dimainkan dengan cara yang berbeda. Man.. they are trully The Legendary!
|